Bertempat di Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI Gd. E Lt. 2 Jl. Harsono RM No.3 Ragunan Jakarta Selatan, diskusi tentang gerakan One Day No Rice (ODNR) yang belakang ini mencuat ke publik , setelah adanya Surat Edaran tentang himbauan bagi para pengelola kantin di Balaikota Depok tidak menyediakan makanan dari beras setia hari Selasa di gelar pada Kamis (1/3) malam. Diskusi yang dimulai pukul 20.00 WIB menghadirkan Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Ahmad Suryana sebagai nara sumber. Turut hadir dalam diskusi Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Ir. Gayatri beserta jajaran pejabat dari Badan Ketahanan Pangan dan P2KP, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah dan Asisten Ekbangsos Kota Depok, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Kabag Humas Protokol, Kabag Umum, dan Kabag Ekonomi Setda Kota Kota Depok, dan PMKP Kota Depok. Awali diskusi, Ahmad memaparkan tentang latar belakang percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, situasi konsumsi pangan, kebijakan dan program, serta kegiatan prioritas.
Usai pemaparan, Ahmad menghaturkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas keberanian Walikota Depok untuk tampil kedepan mengkampanyekan gerakan ODNR yang berhasil mencuri perhatian para awak media dan masyarakat. “ODNR merupakan gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan sesuai dengan Perpres No.22 Th. 2009 tentang Kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Program ini ditujukan untuk memasyarakatkan pola makan 3BA (beragam, bergizi, berimbang, dan aman) agar dapat meningkatkan PPH (Pola Pangan Harapan) Nasional menjadi 95,00 dan mengurangi tingkat konsumsi beras sebesar 1,5% pertahun sehingga menjadi 90 kg/kapita/th pada tahun 2012 ini. Mari kita jadikan momentum ini untuk terus bergerak sehingga proses penganekaragaman bisa terus bergulir” ajak Ahmad.
Walikota menceritakan kronologis terealisasinya gerakan yang sempat menuai pro dan kontra ini. “Pro dan kontra wajar terjadi karena belum adanya pemahaman yang mendalam tentang ODNR. Gerakan ODNR adalah upaya untuk meningkatkan penganekaragaman pangan yang berbasis sumber daya lokal. Banyak dampak positif yang dirasakan dari gerakan ini, yakni membuka lapangan kerja baru bagi para petani non beras, memanfaatkan produk lokal sebagai sumber karbohidrat, menjaga ketahanan pangan nasional, dan menjaga stabilitas ekonomi. ODNR adalah gerakan untuk mengajak masyarakat agar tidak terhambakan oleh beras dan supaya lebih cerdas dan kreatif lagi dalam mendiversifikasikan menu karena tidak selalu nasi itu bersumber dari beras” papar Walikota.
Sekretaris Daerah Kota Depok Hj. Ety Suryahati mengaku kadar gula dalam tubuhnya turun berkat menjalankan gerakan ODNR. “Gerakan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan, berawal dari lingkungan kantor, dibawa kerumah lalu ke lingkungan kita, adalah suatu cara efektif agar gerakan ini bisa terus bergulir. Kami merasa surprise karena sajian malam ini tidak ada unsur beras dan terigu, kami berharap nantinya Kota Depok juga bisa mendapatkan beras cerdas seperti ini sehingga nantinya para pengelola kantin di lingkungan Balaikota bisa menyediakan menu dengan beras cerdas ini dan masyarakatpun tidak khawatir karena panganan penggantinya juga berupa nasi walaupun nasinya tidak bersumber dari beras” ujar Ety setelah menikmati sajian makan malam dengan nasi yang berasal dari singkong dan ubi ungu. Senada, Asiten Ekbangsos Kota Depok Utuh Karang Topanesa juga mengatakan, beras cerdas ini bisa menggantikan orang yang ketergantungan terhadap nasi. Perlu pembekalan lebih mendalam kepada masyarakat bahwa tidak makan nasi tidaklah membuat asupan gizi berkurang dan telah ada nasi yang terbuat dari singkong dan ubi.
Badan Ketahanan Prov. Jabar menginformasikan telah merealisasikan ODNR setelah menerima Perpres dan Permentan yang ditindaklanjuti dengan Pergub. ODNR di Jabar biasa dilakukan setiah hari Selasa dan Rabu, proses sosialisasinya pun perlahan dan berjenjang, mulai dari Kepala OPD hingga para Aparatur di Jabar. Selain kampanye dan promosi, kami juga memberdayakan PKK dan dharma wanita untuk berkreasi membuat produk non beras dan non terigu. Kami juga memberikan makanan tambahan kepada para anak yang kurang gizi dengan makanan lokal yang bersumber dari daerah masing-masing, seperti di Garut Selatan yang menjadikan ubi jalar ungu sebagai makanan tambahan dengan gizi baik untuk anak-anak.
Walikota dan Kepala Badan Ketahan Pangan semakin optimis gerakan ODNR bisa terus bergulir. “Kita terus kampanyekan gerakan ini secara pelan-pelan dan dengan cara-cara yang natural agar pemahaman tentang filosofi ODNR dan pentingnya keanekaragaman pangan serta diversifikasi menu bisa dipahami oleh masyarakat. Saat ini, kita hanya bisa meberikan edukasi dan edukasi, setelah itu baru kita kenalkan produk lain, seperti beras cerdas” tutur Walikota. Ahmad pun setuju dengan Walikota karena pada dasarnya Pemkot Depok dan Badan Ketahan Pangan memiliki benang merah yang sama. “Mari kita tingkatkan terus sinergitas kita untuk melahirkan ide-ide yang dapat memudahkankan kita untuk bergerak mengkampanyekan ODNR” tutup Ahmad akhiri diskusi.


0 komentar:
Posting Komentar