Senin, 23 Juli 2012

Petani Timun Suri Meraup Untung Saat Ramadhan

Seputar Depok,Bulan ramadhan sebagai bulan penuh berkah secara langsung dirasakan para petani timun suri menyusul tingginya permintaan timur suri pada bulan ramadhan. Dengan perawatan yang mudah dan murah, para petani timun suri biasa meraup keuntungan besar pada setiap bulan ramadhan.
Inilah lahan timun suri dikawasan Grogol Limo,Depok. Warga sudah menanam timun suri di lahan ini sejak dua bulan sebelum puasa agar saat bulan puasa datang mereka bisa panen.
Ya, timun suri memang menjadi salah satu makanan berbuka puasa yang digemari warga. Timun suri merupakan salah satu tanaman yang mudah tumbuh, dan perawatannya tidak sesulit tanaman buah lainnya.
Umumnya warga menanam timun suri dengan memanfaatkan lahan yang kosong disekitar areal pemukiman. Selain timun suri, 

"Perawatan timun suri sangat mudah yang penting terus disiram dan diberi pupuk, ya alhamdullah timun suri yang ditanam kali ini buahnya lebih banyak dari tahun lalu, ujar seorang petani.
Bulan puasa seperti ini banyak warga yang melakukan panen dan menjual timun suri ini didekat lahan mereka. Harga timun suri ditempat ini relatif lebih murah berkisar 10 ribu hingga 20 ribu rupiah perbuah.

Kamis, 19 Juli 2012

Inilah keyakinan Muhammadiyah. Maka malam ini kita mulai tarawih dan besok puasa. - Din Syamsuddin

Seputar Depok,Menurut Din, di sela-sela peresmian Masjid Aljihad, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (19/7/2012) ini, berdasarkan pendekatan Muhammadiyah pagi ini pukul 11.00 WIB, telah terjadi ijtima, yakni matahari, bumi, dan bulan berada pada garis lurus atau konjungsi. Konjungsi ini disepakati hampir semua almanak atau kalender astronomi.
Din menyebutkan, Muhammadiyah melihat ini sebagai pertanda bulan Sya'ban segera berakhir. Jadi ijtima atau konjungsi ini pertanda bulan lama akan berakhir dan bulan baru akan datang.
"Insya Allah, nanti sore ketika matahari terbenam, bulan belum terbenam, masih di atas ufuk dan menurut perhitungan sekitar 1.30 derajat. Ini menunjukkan hilal telah datang. Inilah keyakinan Muhammadiyah. Maka, malam ini kita mulai tarawih dan besok puasa," ujar Din.
Kepada semua pihak, Din berharap untuk menghargai keyakinan semacam ini, termasuk kepada umat yang hari ini telah melaksanakan puasa. Pemerintah seyogianya tidak memasuki wilayah keyakinan tersebut.

Rabu, 04 Juli 2012

Motif Ibu & Anak Bunuh Diri di Sungai Cisadane karena Himpitan Ekonomi

Seputar Depok,Jakarta Seorang ibu, Markiyah (30) nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan Pulo Empang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ke Sungai Cisadane. Anaknya yang baru berumur 2 tahun, yang ikut dia gendong tewas bersamanya.

Seorang anak korban yang baru berumur 6 tahun, hanya bisa melihat saja aksi putus asa sang ibu. Diduga himpitan ekonomi, karena mesti menghidupi 2 anak tanpa kehadiran suami, membuat Markiyah nekat bunuh diri.

Menurut Tisna, anak korban yang selamat, dirinya bersama ibu dan adiknya itu berada di Bogor, sejak Selasa (2/7) kemarin. "Bapak saya sudah meninggal, jadi ibu ngajak pergi ke daerah Bogor. Tapi, tidak tahu kamana tujuannya," paparnya, saat ditanya warga, Rabu (04/07/2012)

Kata dia, setibanya di Jembatan ini, ibunya mengajak adik dan dirinya untuk lompatan dari jembatan. "Ibu dan adik lompat duluan ke bawah, pada waktu saya lompat dilarang sama warga," jelas Tisna.

Sementara itu, Suryana, salah seorang warga sekaligus saksi mata, mengatakan, dirinya mendapat laporan dari anaknya yang melihat ibu dan anaknya lompat dari jembatan. 

"Saya langsung eluar, dan langsung mencegat satu anak yang belum lompat itu agar tidak ikutan lompat," jelasnya.

Setelah itu, kata Suryana, dirinya mengamankan anak korban kerumahnya. Kemudian, lapor ke Polsek Bogor Tengah untuk mengevakuasi ibu dan adiknya. "Saat ini segala sesuatunya diurus oleh warga," pungkasnya.

(ndr/ndr)