Jumat, 25 Mei 2012

Liverpool Negosiasi dengan Martinez

Seputar Depok,WIGAN, KOMPAS.com — Pelatih Wigan Athletic, Roberto Martinez, tengah berada di Amerika Serikat, menegosiasikan tawaran menjadi manajer Liverpool dengan pemilik "The Reds", Fenway Sports Group (FSG). Hal tersebut diungkapkan pemilik Wigan, Dave Whelan.

"Saya mendapat telepon pagi ini dan Roberto sedang dalam perjalanan ke Amerika Serikat. Ia terbang ke Miami dan bertemu Liverpool saat kita bicara sekarang ini," ujar Whelan.

"Saya tidak mengatakan kepadanya soal keputusan apa yang sebaiknya ia ambil. Namun, saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin ini (soal masa depan Martinez di Wigan) diselesaikan sesegera mungkin."

"Jika ia menerima tawaran Liverpool, saya akan menerimanya. Jika tidak, saya akan senang. Saya akan gembira jika ia bertahan. Saya berharap ia akan bertahan, tetapi saya mengatakan kepadanya bahwa saya membutuhkan jawaban dalam tujuh hari mendatang," tuturnya.

Whelan juga mengaku mengerti bahwa siapa pun yang menjadi manajer Liverpool tak akan punya kewenangan penuh mengatur tim. Ia pun menyarankan Martinez untuk berpikir masak-masak sebelum mengambil keputusan.

"Informasi yang saya dapat adalah manajer baru Liverpool tidak akan mendapatkan tanggung jawab penuh di bidang sepak bola. Akan ada orang lain yang membeli pemain dan (pemain itu) belum tentu merupakan pilihan manajer. Saran saya untuk Roberto adalah berhati-hatilah soal ini," aku Whel

Kamis, 24 Mei 2012

207 Siswa SMA DKI Tidak Lulus, Jatim Peringkat Terbaik

Seputar Depok,Jakarta Pengumuman kelulusan siswa SMA memang baru akan diumumkan pada Sabtu (26/5) lusa. Namun Kemendikbud sudah mengantongi data kelulusan SMA tahun 2012 ini. Jatim adalah provinsi dengan tingkat kelulusan terbaik. Bagaimana DKI Jakarta?

Berdasarkan data yang dirilis Kemendikbud pada Kamis (24/5/2012), DKI Jakarta berada di urutan 13 tingkat kelulusan terbaik dari 33 provinsi di Indonesia. Persentase tidak lulus siswa SMA di DKI tercatat 0,38 persen. Artinya 207 dari 54.615 siswa tidak lulus SMA tahun ini.

Sedangkan Jatim adalah provinsi terbaik karena mencatat persentase ketidaklulusan paling sedikit. Dari 210.586 siswa SMA, yang tidak lulus 256 orang, atau persentasenya adalah 0,07 persen.

Provinsi-provinsi terbaik yang mencatat persentase ketidaklulusan paling sedikit setelah Jatim berturut-turut adalah Sulawesi Utara (0,09 persen), Bali (0,10 persen), Jawa Barat (0,10 persen), dan Sumatera Utara (0,12 persen).

Sedangkan provinsi yang mencatat persentase ketidaklulusan siswa SMA terbanyak adalah NTT (5,50 persen), Gorontalo (4,24 persen), Papua Barat (2,42 persen), dan Kalimantan Barat (1,49 persen).

Kelulusan peserta didik SMA/MA ditetapkan berdasarkan perolehan nilai akhir (NA). NA diperoleh dari penjumlahan 60 persen nilai ujian nasional dan 40 persen nilai sekolah/madrasah. Peserta didik SMA/MA dinyatakan lulus jika nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.

Pedagang Bensin Eceran di Ciledug Kepergok Polisi Jualan Ganja

Seputar Depok,Jakarta Bukannya menjual bensin, Francisco (35) yang bekerja sehari-hari sebagai penjual bensin eceran malah menjual ganja. Dia pun langsung diciduk aparat Polsek Pasanggrahan, dengan barang bukti 1,01 kg ganja.

"Dia ditangkap di rumahnya, Jalan Runa, Ciledug, Tanggerang, Rabu (24/5) malam. Francisco juga menjual bensin eceran di rumahnya," kata Kapolsek Pasangrahan Kompol Darmawan, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/5/2012).

Francisco (35) ditangkap dengan cara dipancing oleh petugas yang berkedok sebagai pembeli. Saat transaksi berlangsung, petugas langsung meringkus Fransisco dengan barang bukti ganja yang dibungkus dengan kantong plastik warna putih.

"Dan dia juga sudah jadi incaran kita, karena menjual ganja tersebut," ungkapnya.

Saat diperiksa, Fransisco mengaku hanya bertugas sebagai seorang kurir. Fransisco juga mengaku sudah menjual beberapa kali ganja ini dengan paketan penjualan 1 kg.

"Dia sudah menjual 4-5 kali, dengan keuntungan 500 ribu sekali penjualan," ujarnya.

Menurut Darmawan, pelaku menjual barang haram itu demi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. "Katanya untuk menyekolahi dua anaknya," sambung Darmawan.